Belajar memahami, belajar mengetahui, belajar mencari sesuatu yang kita tidak ketahui, tentunya itu adalah suatu pelajaran yang sangat berarti. Arti belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan. Dan belajar ialah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Berkaitan dengan sejarah sebagai bagian dari ilmu sosial, sejarah mengajarkan manusia agar menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan karena sifat dari sejarah adalah berulang-ulang
Kehidupan manusia saat ini tidak dapat dilepaskan dari peran-peran tokoh dari sejarah masa lalu yang berusaha menciptakan sejarahnya untuk dirinya sendiri maupun dunia. Peran sejarah dalam kehidupan sangat penting, sejarahlah yang meletakkan suatu dasar awal dari sebuah proses perdamaian di dunia dengan menyatukan masing-masing tujuan yang berbeda. Kita sebagai anak muda bagian dari penerus leluhur kita tentunya kita harus mengenal akan budaya kita sendiri seperti yang satu ini adalah mengenal Budaya Wisata Kepulauan Seribu. Kawasan Kepulauan Seribu sebagai bagian dari wilayah Jakarta yang memiliki warisan budaya yang cukup besar, kawasan yang merupakan miniatur Indonesia dengan masyarakat yang plural dan heterogen. Berbagi latar belakang budaya dapat ditemukan di kawasan ini. Mengingat sejak abad ke 19 kawasan Kepulauan Seribu telah menjadi proses elaborasi budaya yang berlangsung hingga hari ini.
Berangkat dari kesadaran pemikiran pentingnya melakukan pelestarian dan pengembangan kebudayaan di tengah tantangan arus jaman dan besarnya upaya hegemoni masyarakat global terhadap budaya lokal, maka ditengah pluralitas masyarakat Kepulauan Seribu dengan kompleksitas budaya yang dimiliki, masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai budaya dan keberlangsungan sistem sosial budaya yang dianggap penting dan memiliki resistensi sebagai modal kekuatan budaya masyarakat lokal berinisiatif membidani lahirnya kelompok yang disebut “Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara”. Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara, berdiri secara independen dan berada dibawah naungan pembinaan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, yaitu Seksi Dinas kebudayaan yang memiliki orientasi dan perhatian terhadap lahir dan berkembangnya budaya asli Kepulauan Seribu. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
![]() |
sumber : www.nusantara.rmol.co |
Berangkat dari kesadaran pemikiran pentingnya melakukan pelestarian dan pengembangan kebudayaan di tengah tantangan arus jaman dan besarnya upaya hegemoni masyarakat global terhadap budaya lokal, maka ditengah pluralitas masyarakat Kepulauan Seribu dengan kompleksitas budaya yang dimiliki, masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai budaya dan keberlangsungan sistem sosial budaya yang dianggap penting dan memiliki resistensi sebagai modal kekuatan budaya masyarakat lokal berinisiatif membidani lahirnya kelompok yang disebut “Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara”. Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara, berdiri secara independen dan berada dibawah naungan pembinaan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, yaitu Seksi Dinas kebudayaan yang memiliki orientasi dan perhatian terhadap lahir dan berkembangnya budaya asli Kepulauan Seribu. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Budaya merupakan aspek terpenting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, karena budaya merupakan media pembelajaran dan pembentukan pola pikir dan tingkah laku masyarakat maka keberadaan sanggar ini merupakan terobosan penting yang sudah selayaknya dilakukan oleh generasi-generasi penerus bangsa ditengah himpitan budaya global dewasa ini. Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara yang didalamnya berdiam individu-individu yang memiliki perhatian dan kesadaran mendalam terhadap pentingnya budaya merupakan asset bangsa yang seharusnya mendapat dukungan dan dorongan dari pihak yang berkompeten dan memiliki perhatian terhadap kebudayaan. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Sebagai komunitas yang mengedepankan terciptanya kesadaran akan budaya masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan bermasyarakat dan berbudaya. Lahirnya sistim sosial di tengah masyarakat merupakan sumbangan penting budaya yang ada, untuk itu orientasi yang dimiliki oleh sanggar ini merupakan sebuah proses pengawalan, cita-cita tercipta dan kelestarian budaya yang memegang peranan tersebut. Budaya yang menjembatani lahirnya berbagai karya dan eksistensi perlu dikembangkan ditengah ancaman gerusan budaya global yang cenderung materialistis dan hedonis. Terjadinya dekadensi moral yang dihembuskan oleh pengaruh budaya global merupakan tantangan bagi keberadaan Sanggar ditengah usahanya mempertahankan dan melestarikan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kepulauan Seribu. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Filosofi Budaya Kepulauan Seribu
Budaya mencakup segala hal yang berhubungan dengan hasil karsa, cipta dan karya manusia, sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan sesamanya, manusia seiring perjalanan zamannya telah menemukan sendiri budayanya, baik secara individu maupun kelompok. Seiring perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, budaya telah banyak mengalami perubahan, budaya yang seharusnya menjadi pondasi terhadap lahirnya sebuah komunitas masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan telah bergeser menjadi saling menguasai dan mengeksploitasi. Banyak peristiwa dijumpai diseluruh lapisan dunia bahwa telah terjadi konflik-konflik yang berlatar belakang budaya, karena adanya semangat sebuah komunitas yang lain yang dianggap lemah dan tertinggal. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara sebagai lembaga yang memiliki orientasi terhadap proses pengawalan lahir dan berkembangnya budaya lokal Kepulauan Seribu, Memiliki konsentrasi terhadap ruang ekspresi dan wahana pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat dan berusaha mengembalikan hakikat budaya sebagai tempat berekspresi dan pembelajaran bagi setiap individu yang ada di kepulauan seribu dan berusaha mewujudkan terciptanya sebuah komunitas yang menghargai dan berpegang teguh kepada budaya yang ada dalam melakukan berbagai aktifitas. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Pentingnya budaya dalam sebuah masyarakat tidak dapat dinafikan, karena budaya merupakan warisan sekaligus kontrol bagi proses kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semakin kuatnya dalam budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat semakin menjadikan masyarakat tersebut memiliki kekuatan karena budaya merupakan alat efektif menghapai ancaman dari pihak manapun. Untuk itu kehadiran sanggar seni budaya ditengah masyarakat Kepulauan Seribu serta upayanya untuk melakukan penguatan budaya merupakan langkah positif yang patut didukung dan disuport oleh pihak terkait dalam hal ini pemerintah Kepulaun Seribu. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Sebagai komunitas yang mengedepankan terciptanya kesadaran akan budaya masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan bermasyarakat dan berbudaya. Lahirnya sistim sosial di tengah masyarakat merupakan sumbangan penting budaya yang ada, untuk itu orientasi yang dimiliki oleh sanggar ini merupakan sebuah proses pengawalan, cita-cita tercipta dan kelestarian budaya yang memegang peranan tersebut. Budaya yang menjembatani lahirnya berbagai karya dan eksistensi perlu dikembangkan ditengah ancaman gerusan budaya global yang cenderung materialistis dan hedonis. Terjadinya dekadensi moral yang dihembuskan oleh pengaruh budaya global merupakan tantangan bagi keberadaan Sanggar ditengah usahanya mempertahankan dan melestarikan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kepulauan Seribu. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Filosofi Budaya Kepulauan Seribu
Budaya mencakup segala hal yang berhubungan dengan hasil karsa, cipta dan karya manusia, sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan sesamanya, manusia seiring perjalanan zamannya telah menemukan sendiri budayanya, baik secara individu maupun kelompok. Seiring perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, budaya telah banyak mengalami perubahan, budaya yang seharusnya menjadi pondasi terhadap lahirnya sebuah komunitas masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan telah bergeser menjadi saling menguasai dan mengeksploitasi. Banyak peristiwa dijumpai diseluruh lapisan dunia bahwa telah terjadi konflik-konflik yang berlatar belakang budaya, karena adanya semangat sebuah komunitas yang lain yang dianggap lemah dan tertinggal. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Sanggar Seni Budaya Pulau Seribu Utara sebagai lembaga yang memiliki orientasi terhadap proses pengawalan lahir dan berkembangnya budaya lokal Kepulauan Seribu, Memiliki konsentrasi terhadap ruang ekspresi dan wahana pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat dan berusaha mengembalikan hakikat budaya sebagai tempat berekspresi dan pembelajaran bagi setiap individu yang ada di kepulauan seribu dan berusaha mewujudkan terciptanya sebuah komunitas yang menghargai dan berpegang teguh kepada budaya yang ada dalam melakukan berbagai aktifitas. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Pentingnya budaya dalam sebuah masyarakat tidak dapat dinafikan, karena budaya merupakan warisan sekaligus kontrol bagi proses kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semakin kuatnya dalam budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat semakin menjadikan masyarakat tersebut memiliki kekuatan karena budaya merupakan alat efektif menghapai ancaman dari pihak manapun. Untuk itu kehadiran sanggar seni budaya ditengah masyarakat Kepulauan Seribu serta upayanya untuk melakukan penguatan budaya merupakan langkah positif yang patut didukung dan disuport oleh pihak terkait dalam hal ini pemerintah Kepulaun Seribu. (sumber : www.pulauseribuwisatabudaya.blogspot.com)
Komentar
Posting Komentar